Minggu, 17 Oktober 2021

Aksi Nyata Modul 3.1.A.10 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

 

 

 

oleh

RISTA HARIATI, S.Pd

CGP  ANGKATAN  2 KABUPATEN BENGKALIS RIAU

FASILITATOR: BAPAK  Drs H. FIRDAUS, M.Pd

PENDAMPAING PRAKTIK IBU DESRINA, SPd. AUD

 

1.        FACT (peristiwa)

A.    Latar Belakang

SMAS Cendana Mandau adalah sekolah swasta terkemuka di Kabupaten Bengkalis  Riau, Sebagian besar siswa yang menimba ilmu di sekolah ini adalah Anak dari karyawan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) serta anak-anak umum di lingkungan sekolah. Sebagaimana orang tua lainnya, orang tua dari siswa yang bersekolah di  Cendana memiliki keinginan yang tinggi agar anak mereka bisa lolos masuk ke perguruan tinggi negeri vavorit di negeri ini, inilah yang menjadi alasan bagi mereka mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada SMAS Cendana Mandau.

Banyak program yang disiapkan agar siswa yang kami didik bisa meraih cita-cita sesuai dengan minat dan pilihan mereka sekaligus mewujudkan impian dari orang tua. Selaras dengan visi sekolah yaitu “Mewujudkan  Peserta Didik yang Berakhlak Mulia, Cerdas, Berwawasan, Peka, Terampil Membudidayakan Lingkungan, Berkarakter Kebangsaan dan Sukses Berkompetisi Secara Global.”

 

B.     Alasan Melakukan Aksi Nyata

Sebaik apapun suatu program dipersiapkan tidak akan terlepas dari resiko yang bakal dihadapi dalam pelaksanaanya, Pengambilan keputusan harus segera dilakukan agar tidak terjadi masalah yang berlarut-larut yang akan berakibat  berkurangnya kredibitas sekolah. Sehingga kami CGP tergerak untuk melakukan aksi nyata pengimbasan materi PGP tentang  Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran.

Selain itu kami juga melakukan aksi nyata,  mengambil keputusan bersama pimpinan sekolah dan rekan guru,  dengan tahapan pengambilan keputusan yang sudah disosialisasikan terhadap masalah dilema etika yang muncul saat pelaksanaan  “Program Bimbingan Belajar dilaksanakan dari pukul 16.00  -  17.30 WIB,  yang selama pandemi ini dilaksanakan secara online dengan aplikasi  LMS scholoogy dan zoom/google meet. Pembinaan sudah berlangsung kurang lebih 3 bulan, masalahnya adalah menurunya persentase kehadiran siswa yang mengikuti bimbingan belajar, karena jadwal pelaksanaan bimbingan yang diadakan oleh sekolah bentrok dengan jadwal bimbel siswa secara online berbayar. Ini adalah masalah dilema etika yang dihadapi oleh sekolah, siswa dan orang tua. 

Dilemanya pada jam yang bersamaan siswa harus menentukan pilihan apakah akan mengikuti bimbingan belajar yang diadakan oleh sekolah atau mengikuti bimbingan online berbayar yang sudah didaftarkan oleh orang tua. Kedua pilihan siswa adalah benar akan tetapi saling bertentangan.


         Sekecil apapun masalah yang muncul jika permasalahan tersebut dibiarkan tanpa adanya sulusi 
        yang         tepat sudah pasti akan  berdampak pada proses dan hasil  pendidikan. Komitmen serta             kolaborasi          semua warga sekolah sangat penting agar masalah yang terjadi bisa diselesaikan          dengan baik dan             bertanggung jawab

C.    Hasil Aksi Nyata yang dilakukan

1.      Pengimbasan materi Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, kami lakukan dalam sebuah kegiatan yang bertajuk “Seminar Pengimbasam Materi Pendidikan Guru Penggerak” pada hari Selasa tanggal 5 Oktober 2021.

 
2.      Tahapan pengambilan keputusan masalah dilemma etika yang muncul pada saat 

       pelaksanaan bimbingan belajar terhadap siswa kelas XII

  a.       Prinsip yang digunakan : Prinsip berbasis hasil akhir.

  b.      Paradigma : jangka panjang vs jangka pendek

§   Jangka panjang : kredibilitas sekolah tetap bisa dipertahankan jika  siswa mengikuti bimbingan belajar yang dilakukan sekolah sesuai dengan program sekolah yang telah disosialisasikan kepada orang tua. .  

§   Jangka pendek : jika bimbel online berbayar tetap diikuti, menurut  siswa mereka  memiliki kesiapan untuk  mengikuti UTBK karena tempat bimbingan belajar online memilki koneksi dengan LTMPT.

c.       Pengujian Keputusan

§  Nilai yang saling bertentangan : Bimbel sekolah vs bimbel online berbayar

§  Yang terlibat : Murid, sekolah, Bimbel online berbayar

§  Fakta yang relevan : jadwal bimbel online yang bersamaan dengan bimbel sekolah, bimbel online memiliki koneksi dengan LTMPT,mempunyai program mengukur passing grade Try Out, dengan program simulasi yang mirip pola yang mendekati UTBK, sedangkan di sekolah guru sudah mempersiapkan bahan ajar dan soal persiapan UTBK, secara konsep guru lebih menguasai materinya, dan sekolah sudah menyiapkan program persiapan UTBK hingga siswa menyelesaikan pembelajaran semester 2.

§  Uji legalitas : tidak ada pelanggaran hukum.

§  Uji regulasi : ada pelanggaran aturan ketika murid tidak mengikuti bimbel yang dilakukan oleh sekolah.

§  Uji intuisi : guru merasa tidak nyaman apabila siswa yang mengikuti bimbel di sekolah persentase kehadirannya menurun.

§  Uji publikasi : jika hal ini diketahui masyarakat umum maka akan berdampak pada penurunan  kredibilitas sekolah dan ini berimbas pada nilai jual sekolah.

§  Uji idola : prinsip pimpinan sekolah yang lama guru harus meningkatkan kompetensi dan pelayanan terhadap murid sehubungan dengan mempersiapan murid untuk masuk ke perguruan tinggi agar tetap mendapat kepercayaan dari orangtua murid sebagai stakeholder, dan menutup akses bimbingan belajar online untuk bebas mempromosikan bimbelnya ke sekolah.

d.      Pengujian paradigma : jangka pendek vs jangka panjang\

e.       Prinsip yang digunakan : Prinsip berbasis hasil akhir

f.    Opsi Trilema : memberi masukkan kepada pimpinan sekolah untuk mengubah jadwal bimbingan sekolah agar nantinya dapat memfasilitasi murid untuk mengikuti bimbingan online yang sudah dijalani.

g.   Keputusan : siswa wajib mengikuti bimbingan belajar UTBK sesuai dengan program sekolah dengan menyusun ulang jadwal agar murid juga tetap bisa mengikuti bimbel belajar online yang telah dibayar orangtuanya.

h. Refleksi : dengan mempertimbangkan semua tahapan dan langkah yang ada serta pengujian dalam pengambilan keputusan maka opsi trilema menjadi pilihan yang terbaik agar semua kebutuhan baik sekolah, murid dan orangtua dapat diakomodir.



2.      FEELINGS ( Perasaan)

Setelah melaksanakan aksi nyata perasaan saya sangat senang karena beberapa hari setelah melakukan pengimbasan materi Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran kami dihadapkan dengan masalah dilema etika, kami langsung menerapkan tahapan pengambilan keputusan yang menggunakan 3 prinsip pengambilan keputusan, 4. Paradigma dilema etika dan 9 langkah pengujian keputusan. Sehingga kami mampu mengambil keputusan yang tepat bagi kedua belah pihak

 

3.      FINDINGS ( Pembelajaran)

Pembelajaran yang didapat agar program yang disusun tepat sasaran, sebagai berikut:

    1.    Melakukan survei  kebutuhan peserta didik sebelum menyusun program
2.   Melakukan  diskusi bersama dengan komunitas sekolah (pimpinan, guru, orangtua, 

          murid) membahas/menyusun program
3.    Melakukan pemetaan resiko yang akan muncul dari pelaksanaan suatu program

4.              4.    FUTURE (Penerapan ke depan)

Setelah saya mempelajari dan memahami materi 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin
Pembelajaran,  penerapan yang akan saya lakukan adalah akan berusaha berpihak pada murid dalam setiap pengambilan keputusan yang saya lakukan terlebih pada masalah dilema etika, saya akan menerapkan 4 paradigma dilemma etika, 3 prinsip dalam pengambilan keputusan dan 9 langkah pengujian keputusan agar tidak gegabah dalam menetapkan keputusan 

            


 

(Salam Guru Penggerak, Bergerak, tergerak dan menggerakkan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3.a.9 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

      oleh RISTA HARIATI, S.Pd CGP   ANGKATAN   2 KABUPATEN BENGKALIS RIAU FASILITATOR: BAPAK   Drs H. FIRDAUS, M.Pd PENDAMPAI...