Minggu, 17 Oktober 2021

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3.a.9 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 

 


 

oleh

RISTA HARIATI, S.Pd

CGP  ANGKATAN  2 KABUPATEN BENGKALIS RIAU

FASILITATOR: BAPAK  Drs H. FIRDAUS, M.Pd

PENDAMPAING PRAKTIK IBUK DESRINA, SPd. AUD

 

Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah "menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dalam hal ini pendidik hanya menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan  tumbuhnya kekuatan kodrat anak”

Sekolah sebagai institusi pendidikan dalam rangka menuntun, mencetak generasi penerus bangsa, serta  mewujudkan visi yang sudah ditetapkan demi terciptanya kemerdekaan murid di sekolah,   selayaknya memiliki program yang mampu mengakomodir kebutuhan setiap anak yang lebih dikenal dengan program sekolah.   Program sekolah yang baik adalah program yang direncanakan dengan matang, merupakan hasil kolaborasi semua pemangku pendidikan di sekolah agar berdampak pada murid. Disamping itu yang tak kalah penting  dalam penyusunan program sekolah wajib memperhitungkan resiko dalam penyusunan program, selaras dengan pendapat Labombang (2011: 39) bahwa walaupun suatu kegiatan telah direncanakan sebaik mungkin, namun tetap mengandung ketidakpastian bahwa nanti akan berjalan sepenuhnya sesuai rencana.

Lalu muncul pertanyaan bagaimanakah program yang berdampak pada murid itu?. Program yang berdampak pada murid dibahas secara tuntas pada modul 3.3 Pendidikan Guru Penggerak. Hal-hal menarik yang dapat ditarik dari pembelajaran materi ini adalah adanya keterkaitan secara langsung antara modul 3.3 dengan semua modul  Pendidikan Guru Penggerak sebelumnya. Program haruslah berpihak pada murid yaitu program yang menuntun kepemimpinan murid ( modul 1.1) yang disusun oleh guru yang memiliki nilai dan peran sebagai penggerak transformasi perubahan pendidikan ( modul 1.2).  Program tersebut bertujuan untuk mencapai visi dari sekolah (modul 1.3), program yang baik tentunya akan berdampak menjadi budaya positif di sekolah (modul 1.4), program yang baik juga memperhatikan  minat dan bakat sesuai kodrat anak sehingga mampu menggali kemampuan yang dimilikinya (modul 2.1), tujuan dari program adalah tercapainya keselamatan dan kebahagiaan murid (modul 2.2). Program akan dilakukan dengan menuntun  bertumbuhnya murid dengan menerapkan praktek coaching  (modul 2.3). Perencanaan program yang tepat adalah peran dari seorang pendidik sebagai pemimpin pembelajaran (modul 3.1), dan penyusunan program dengan memanfaatkan dan mempertimbangkan segala kekuatan asset yang dimiliki (modul 3.2). Dapat disimpulkan benang merah kaitan antara setiap materi dari modul 1, 2 dan 3 adalah pentingnya peran seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran dengan program-program sekolah yang disiapkan dalam menciptakan pendidikan yang berpusat dan berpihak pada murid melalui merdeka belajar, sehingga berdampak pada murid  yaitu terwujudnya kepemimpinan murid.

Pengelolaan Program yang baik agar berdampak pada murid dengan mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki oleh sekolah yang menjadi  asset/kekuatan positif, baik asset biotik maupun aset abiotik. Kekuatan murid yang akan dituntun, kekuatan kepala sekolah yang mendukung program, kekuatan guru yang menjalankan  program, dan yang tak kalah penting adalah kekuatan dari orang tua yang mensuport program serta kekuatan masyarakat dilingkungan sekolah akan menjadi unsur biotik yang harus diperhatikan dalam penyusuanan sebuah program. Sementara itu hal yang tidak bisa dikesampingkan adalah kekuatan abiotik  berupa kekuatan finansial dan sarana  prasarana yang akan mendukung terlaksannya program.

Identifikasi yang tepat  terhadap potensi yang dimiliki oleh sekolah pada saat penyusunan program akan berdampak positif dalam pencapaian tujuan dari sebuah program, sehingga program tersebut akan  berdampak pada murid. Identifikasi dan pemetaan terhadap asset/ sumber daya tersebut menggunakan pendekatan berbasis asset (asset based thingking) yang lebih dikenal dengan pengembangan komunitas berbasis asset (PKBA) terhadap ke 7 aset utama yang dimiliki sekolah (modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik serta modal agama dan budaya), sedangkan   perencanaan terhadap program sekolah yang berdampak pada murid menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA) dengan menggunakan 5 tahapan BAGJA sebagai panduan dalam penyusunan program . Lima tahapan BAGJA tersebut adalah buat pertanyaan, ambil pelajaran, gali mimpi, jabarkan rencana dan atur eksekusi. Selain itu faktor yang tak kalah penting adalah memperhitungkan tingkat resiko yang mungkin terjadi pada saat pelaksanaan sebuah program lebih dikenal dengan manajemen resiko, karena dengan mempertimbangkan resiko yang bakal muncul, bisa meminimalisir resiko tersebut sehingga program bisa berjalan seefektif mungkin dan tujuan dapat dicapai.

Beberapa  tipe resiko yang akan dianalisa pada saat menyusun sebuah program sekolah, adalah : (1) resiko strategis, resiko yang berpengaruh terhadap kemampuan organisasi mencapai tujuan; (2) resiko keuangan, resiko yang mungkin akan berakibat berkurangnya aset; (3) resiko operasional, resiko yang berdampak pada kelangsungan proses manajemen; (4) resiko pemenuhan, resiko yang berdampak pada kemampuan proses dan procedural internal untuk memenuhi hukum dan peraturan yang berlaku dan  (5) resiko reputasi, resiko yang berdampak pada reputasi dan merek lembaga.

Agar tujuan dari program  bisa tercapai dengan efektif maka dalam pengelolaan program tersebut perlu adanya unsur  Monitoring, Evaluation, Learning, dan Reporting (MELR).

Monitoring sangat penting untuk memastikan apakah program terlaksana sesuai dengan rencana yang dilakukan di setiap tahapan pelaksanaan program tersebut, dengan mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi tentang kemajuan suatu program.  

Evaluasi dilakukan setelah program selesai, berupa  penilaian terhadap program secara menyeluruh, sistematis dan berkala, apakah tujuan dari program sudah sudah tercapai.

Pembelajaran merupakan  refleksi  dari  pelaksanakan suatua program, baik keberhasilan atau kegagalan yang sangat berguna untuk perbaikan/peningkatan proses pengambilan keputusan berikutnya melalui 4 tingkat model F berikut fact (fakta ) adalah  catatan objektif tentang apa yang terjadi. Feeling (perasaan) adalah reaksi emosional terhadap situasi. Finding (temuan) adalah pembelajaran konkret yang dapat diambil dari situasi tersebut, dan future (masa depan)  adalah menyusun pembelajaran digunakan di masa depan.

Pelaporan merupakan wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan program kepada pihak yang berwenang yang disampaikan secara berkala, untuk melihat progres/kemajuan   dari pelaksanaan suatu program.

Keterkaitan materi mudul 3.3 yang sangat menonjol adalah pada (modul 1.1) Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara  bahawa setiap program sekolah bertujuan untuk menciptakan kemerdekaan murid dengan menuntun sesuai kodrat alam dan kodrat zaman serta  mengakomodir semua kebutuhan murid sesuai dengan kesiapan, minat dan profil belajar murid (modul 2.1). Jiwa kepemimpinan murid yang mandiri dan bertanggung jawab sebagai dampak yang di harapkan dari sebuah program akan dituntun dengan praktek coaching (modul 2.3). Serta penyusunan program merupakan keputusan dari pemimpin pembelajaran (modul) 3.1, dilakukan dengan mengidentifikasi kekuatan dari asset yang dimiliki (modul 3.2).

Terkait dengan peran saya sebagai guru penggerak dalam menyusun program sekolah hendaklah:

1.       Menuntun murid agar terciptanya kemerdekaan belajar murid

2.     Mengidentifikasi semua kekuatan positif terhadap asset sekolah yang akan menunjang keberhasilam suatu program

3.       Mempertimbangkan manajemen resiko dari suatu program agar tingkat resiko bisa diminamilisir

4.        Memperhatikan MELR untuk sebuah program agar pelaksanaan program dapat terkontrol sehingga mampu mencapai tujuan dengan tepat.

 

(Salam guru Penggerak, Bergerak, tergerak dan menggerakan)

4 komentar:

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3.a.9 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

      oleh RISTA HARIATI, S.Pd CGP   ANGKATAN   2 KABUPATEN BENGKALIS RIAU FASILITATOR: BAPAK   Drs H. FIRDAUS, M.Pd PENDAMPAI...