Minggu, 03 Oktober 2021

Tugas 3.1.a.7 Demonstrasi Kontekstual Modul Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 


 

Oleh

Rista Hariati, S.Pd

CGP Angkatan 2 Kabupaten Bengkalis, Riau

Pendamping Praktik Ibu Desrina, S.Pd. Aud

Fasilitator Bapak Drs, H. Firdaus M.Pd

  

Seorang  guru dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, seringkali  menghadapi  berbagai tantangan dan konflik, baik masalah dilema etika mapun masalah bujukan moral yang  akan muncul pada saat berinteraksi dengan peserta didik maupun warga sekolah lainnya. Dalam kondisi ini guru dihadapkan dengan situasi yang mengharuskan guru untuk mengambil suatu keputusan. Oleh sebab itu guru harus memiliki kemampuan dalam menyelesaikan berbagai macam masalah. Inilah fungsi guru sebagai problem solving yaitu mampu menyelesaikan berbagai masalah dengan tepat.

Sebagai seorang guru saya pernah mengalamai situasi baik masalah dilemma etika maupun masalah bujukan moral  yang mengharuskan saya untuk mengambil keputusan,  tidak jarang setelah mengambil keputusan saya  merasa ragu dan menyalahkan diri sendiri karena  saya merasa keputusan yang sudah saya ambil mungkin kurang tepat  sehingga memunculkan rasa tidak nyaman.

Melalui pembelajaran modul 3.1 tentang  Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, akhirnya saya memahami konsep dalam pengambilan keputusan dengan baik dan tepat.  Dalam pengambilan sebuah keputusan diawali dengan  tahap mengidentifikasi masalah,  apakah masalah yang dihadapi  dikategorikan sebagai dilema etika ataukah sebuah bujukan moral. Pengidentifikasian masalah ini akan menjadi dasar langkah/proses dalam pengambilan keputusan sehingga memperoleh keputusan yang tepat bagi kedua belah pihak.

            Bujukan moral adalah suatu situasi seseorang harus memilih atara benar dan salah yang cenderung lebih mudah untuk memutuskan mana yang akan  pilih sedangkan Dilema Etika adalah situasi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan tersebut secara moral benar akan tetapi saling bertentangan.

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, kita diajarkan untuk memahami dilema etika yang terjadi. Dilema etika adalah hal berat yang dihadapi oleh guru. Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup. 

            Pada Modul 3.1 dipaparkan beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin pembelajaran sebelum mengambil keputusan tentang masalah dilemma etika yang mengandung konsep benar vs benar. 

Tahap pertama adalah mengidentifikasi paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang dialami. 4 paradigma yang mungkin  terjadi pada situasi dilema etika adalah :

  1.        Individu lawan masyarakat (individual vs community)
  2.        Keadilan lawan kasihan (justice vs mercy)
  3.        Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyality)
  4.        Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Tahap berikutnya adalah menentukan prinsip yang digunakan dalam membuat keputusan.Terdapat 3 prinsip yang bisa digunakan untuk  membuat keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran yaitu :

  1.          Prinsip berbasis hasil akhir (ends-based thinking)
  2.          Prinsip berbasis peraturan (rule-based thinking)
  3.          Prinsip berbasis rasa peduli (care-based thinking)

Agar keputusan yang akan kita ambil adalah keputusan yang tepat maka tahap selanjutnya adalah perlu melakukan pengujian melalui 9 langkah berikut :

  1.          Mengenali adanya nilai-nilai yang saling bertentangan dalam kasus tersebut.
  2.          Siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.
  3.          Apa fakta yang relevan terhadap kasus tersebut
  4.          Pengujian benar atau salah yang meliputi :

a.       Uji legalitas : apakah terdapat aspek pelanggaran hukum

b.       Uji regulasi : apakan kasus yang ada menyangkut aspek pelanggaran aturan atau kode etik

c.       Uji intuisi : apakah ada yang salah dalam kasus tersebut

d.      Uji halaman publikasi : apa yang dirasakan jika keputusan yang diambil di  publikasikan.

e.       Uji idola : apa yang akan dilakukan oleh panutan kita apabila menghadapi kasus yang sama.

      5.       Menentukan paradigm yang terjadi 

      6.       Prinsip apa yang dipakai dalam mengambil keputusan 

      7.       Investigasi opsi trilemma, tindakan kreatif yang tidak terfikir saat mengambil keputusan. 

      8.       Menentukan keputusan 

      9.       Refleksi terhadap keputusan yang diambil.

 Setelah saya memahami isi materi modul 3.1 mengenai Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, menurut saya materi ini harus dimiliki oleh setiap orang yang berpredikat sebagai guru. Supaya mampu mengambil keputusan yang tepat dari suatu masalah dilema etika.  Sehingga saya tergerak untuk berbagi materi ini dengan rekan sejawat. Cara yang akan saya lakukan untuk mengimbaskan materi ini kepada rekan guru lainnya yaitu dengan cara mensosialisasikan materi ini melalui kegiatan seminar pada komunitas sekolah, yang diawali dengan menyusuan rencana sosialisasi bersama teman-teman CGP lainya  serta mengkomunikasikan dengan  pimpinan sekolah mengenai kegiatan ini. Semoga  setelah mensosialisasikan materi modul 3.1, baik saya, rekan  sejawat maupun pimpinan sekolah nantinya akan mampu melakukan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dengan baik sesuai tahapan dalam modul 3.1 dan mengujinya sebelum pada akhirnya mengambil suatu keputusan. Selain itu saya juga bisa berbagi dengan memuat tulisan ini di blog social  supaya kita bersama-sama memajukan dunia pendidikan sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantoro.

Langkah awal yang akan saya lakukan dalam mengambil keputusan adalah menentukan paradigma serta prinsip pengambilan keputusan, sebelum diputuskan saya akan melakukan pengujian terhadap keputusan yang akan saya ambil sehingga keputusan yang akan diambil adalah keputusan yang tepat dan menguntungkan semua pihak, serta siap dengan segala konsekuensi yang akan muncul dalam setiap keputusan yang saya ambil sebagai seorang pemimpin pembelajaran.

Setelah saya memahami materi ini, saya bertekat akan menerapkan langkah langkah penyelesaian masalah sesuai dengan materi modul 3.1 ini dalam setiap masalah dilema etika yang saya hadapi. Baik masalah dalam proses pembelajaran maupun masalah yang terjadi dalam berinteraksi dengan warga sekolah.

Dukungan yang saya butuhkan dalam pengambilan keputusan agar keputusan yang akan ditetapkan adalah keputusan yang tepat dan menguntungkan bagi semua pihak adalah dukungan dari rekan sejawat, pimpinan sekolah,  guru BK dan orang tua murid serta pemangku pendidikan lainnya. Saya bisa berdiskusi sekaligus refleksi diri atas keputusan yang saya ambil.

2 komentar:

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3.a.9 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

      oleh RISTA HARIATI, S.Pd CGP   ANGKATAN   2 KABUPATEN BENGKALIS RIAU FASILITATOR: BAPAK   Drs H. FIRDAUS, M.Pd PENDAMPAI...